Misteri Lelaki Somerton

Misteri Lelaki Somerton

Jam 6.30 pagi tanggal 1 Desember 1948, Pantai Somerton yang cerah berubah kelam. ketika John Lyon (pedagang perhiasan) menemukan sesosok mayat pria paruh baya yang telah terbujur kaku.

Lyons langsung menelepon polisi; berharap nyawa sang pria dapat diselamatkan. walaupun  terlihat tak mungkin karena kondisi mayat mayat sudah mematung.

Pria itu berpakaian rapi dengan jas, dasi panjang dan sepatu yang terlihat baru saja di semir. dalam pikiran Lyons, Pria itu hanya Pria biasa yang mati karena bunuh diri atau karena sebuah penyakit, tapi tebakannya keliru.

Misteri Lelaki Somerton

Pria Somerton, begitu dia dipanggil; kira – kira berumur 45 tahun, dengan kondisi tubuh yang masih bagus (dalam otopsi) dengan bentuk tubuh yang bagus dan otot tubuh yang baik.

Benda – benda ditemukan dalam tubuhnya berupa; permen buah, beberapa jenis sisir, satu bungkus rokok Army Club yang didalamnya ada rokok kensitas yang lebih mahal, sebuah tiket ke pantai Glenelg (Somerton) dan tiket kereta tak terpakai ke pantai Hanley.

Tapi yang membuat Polisi bingung adalah tak ditemukannya kartu identitas yang menempel ditubuh sang mayat. tak ada dompet, Passport atau kartu identitas lainnya, yang lebih aneh label di pakaiannya seperti sengaja dihilangkan.

Jika kasus ini sudah terlihat sangat membingungkan untuk kepolisian adelaide, tunggu saat kamu tahu jika penyebab kematiannya tidak juga diketahui.

Hasil Otopsi

tidak ada bekas luka atau bekas trauma dimanapun, dan hasil autopsi mengatakan jika dia tak mengalami serangan jantung atau penyakit lainnya.

tapi terdapat tanda kerusakan di organ dalam si korban – otak, perut, dan hatinya diselimuti oleh darah sehingga ahli patologi menerka jika dia mati oleh racun.

Tapi ahli Patologi yang menangani kasus ini kembali dibuat bingung, setelah hasil penelitian tidak menemukan sedikitpun jejak racun tersisa. walau tak ada tanda pembuangan lewat kotoran ataupun dari muntahan.

jika pun pembunuhannya benar menggunakan racun bisa dibilang aneh, karena pada tahun 1940 dikota kecil di selatan Australia terjadi pebunuhan menggunakan racun langka yang tak terdeteksi.

hingga banyak yang menyangka jika ini adalah pekerjaan seorang profesional, bahkan banyak orang menyangka jika ini hasil perbuatan Agen Rahasia ???!!

Penyelidikan

6 minggu kemudian, sebuah koper ditemukan di stasiun kereta Adelaide. yang dititipkan ditempat penyimpanan sekitar jam 11 siang satu hari sebelum pembunuhan.

sayangnya selain benda dengan nama ” kean “, ” Keane”, “T.Keane” (tak ada penduduk kota dengan nama yang sama yang hilang) tak ada benda yang terindikasi identitas korban.

sekali lagi polisi bertemu dengan jalan buntu.

Pathologis John Burton Cleland berkata; “Saya  siap untuk menemukan dia meninggal karena racun, racun itu mungkin jenis glukosida yang belum terdaftar; tapi aku tidak bisa mengatakan apakah itu diminum oleh almarhum sendiri atau diberikan orang lain. ”

Saat semua jalan tertutup, sebuah tulisan yang terlupa oleh ahli patologis merubah semuanya.

sebuah sobekan kertas ditemukan didalam lingkar tangan dari puisi berjudul “Rubaiyat Of Omar Khayyam” bertuliskan :

Yang berarti “The End” atau “Yang Akhir”.

Sebuah Code Dalam Tulisan

Setelah menemukan tulisan, Polisi mencoba membuat pengumuman di media berharap menemukan buku dimana potongan itu diambil, hingga ada seseorang menghubungi polisi.

lelaki yang tak ingin disebutkan namanya itu, menemukan buku tempat potongan kertas berasal.

sebuah buku Rubiyat hasil terjemahan Edward Fitzgerald tahun 1859.

Buku itu ditemukan dibelakang mobilnya yang tak terkunci saat diparkirkan dipantai Somerton.

walau Ahli Forensik yakin jika sobekan berasal dari buku tersebut tapi mereka masih tak tahu bagaimana sebekan kertas itu berada di lingkar kemaja pria Somerton.

selain potongan kertas Ahli Forensik juga menemukan sebuah kode yang ditulis pensil.

WRGOABABD MLIAOI WTBIMPANETP MLIABOAIAQC ITTMTSAMSTGAB

selain itu ada catatan sebuah nomor telepon dari seorang suster setempat bernama Jessica Thomson.

Foto Jessica Thomson atau sering dipanggil Jestyn bersama anaknya Robin

Jestyn ???

Saat di interogasi Polisi; Jessica Thomson ingin identita dirinya disembunyikan, maka dari itu polisi lebih banyak menyebutnya sebagai Jestyn, Tapi Apa hubungannya dengan Misteri Lelaki Somerton ??

Detektif yang mewawancarai Jestyn menulis jika Jestyn terlihat banyak menghindar, seakan tak mau memberi informasi.

yang paling aneh adalah  reaksinya saat diperlihatkan Purwarupa dari wajah Pria Somerton.

Detektif itu menambahkan jika Reaksi Thomson “terlihat sangat kaget hingga akan pingsan”

walau Jestyn bilang dia tak tahu menahu tentang Pria Somerton, tapi Jestyn berkata bahwa dia punya buku kopi dari Rubiyat yang sama.

Saat perang dunia kedua, dia bertugas di Sydney dan saat itu memberikan buku itu kepada seorang Letnan tentara bernama Alf Boxall.

berharap jika informasi dari Jestyn dapat menutup kasus ternyata mereka dibuat kecewa saat tahu Boxall masih hidup dan masih mempunyai kopi Rubiyat yang diberikan Jestyn.

Boxall beralasan jika dia tak mengenal identitas “Pria Somerton” dan tak berhubungan dengan Jestyn Sejak 1945.

Teori Yang berkembang

Teori Agen Rahasia

karena kasus ini masih misteri sampai saat ini, banyak orang mengira pemerintah berada dibalik tertutupnya kasus ini

Kenapa ??

Karena banyak para teorities yang berteori jika Pria “Somerton” adalah seorang Agen Rahasia.

sudah saya bahas sebelumnya tak ada dokumen valid dan ter “mutilasi”nya label di pakaian korban seakan usaha penghilangan identitas.

jika Pria Somerton sendirilah yang berusaha menghilangkan identitas dirinya untuk mengelabui sesuatu.

maka dia seperti agent rahasia (atau seorang kriminal berbahaya) yang tak ingin identitasnya diketahui.

tapi jika ada pihak ketiga yang bertanggungjawab menghilangkan identitas korban, untuk apa sebenarnya usaha tersebut dilakukan ??

Apalagi penyebab kematian yang bukan sekedar bunuh diri atau mati karena penyebab natural.

penyidik yang  pertama  memeriksa yakin jika penyebab kematian dikarenakan oleh racun. walaupun tak ada satupun jejak racun ditemukan ditubuh korban.

dan jika itu benar maka hanya pembunuh profesionalah yang dapat melakukannya.

di penyidikan tahun 1994 banyak ahli beranggapan jika racun yang dipakai kemungkinan digitalis drug.

John Harper Phillip, kepala hakim dan kepala bidang peradilan Victorian Institute, yang meriview kasus ini berkata

“tampak sedikit keraguan penyebab kematian adalah digitalis.”

Apalagi pada tahun 1920an  KGB sedang mengembangkan racun yang tak terdeteksi dari digitalis.

Laboratorium No 12 yang melegenda, tempat dimana KGB mengebangkan Racun yang tak terdeteksi bahkan bisa menyebabkan kematian seakan natural.

Apalagi dengan adanya Chiper (teka – teki) dan petunjuk yang biasanya digunakan oleh seorang agent rahasia.

Teori HC.Reynold ??

beberapa tahun sesudahnya muncul teori baru identitas di Misteri Lelaki Somerton.

di tahun 2011 seorang wanita mendatangi Profesor biologi antropologi Maciej Henneberg kartu militer milik ayahnya.

Kartu pelaut amerika serikat berisi foto ayahnya HC Reynold saat berumur 18 tahun.

Menurut Hennenberg foto yang dibawa mirip dengan foto Pria Somerton dia berkata

“tak hanya  sekedar mirip tapi juga memiliki kesamaan di kupingnya, kuping itu tidak akan berubah.”

Hennenberg menyebutkan kesamaan mulai dari hidung sampai mulut tapi benar – benar yakin saat melihat dagunya.

Misteri Lelaki Somerton
HC Reynold saat muda

tapi walaupun terlihat meyakinkan diluar, tapi sebenarnya teori ini memiliki masalah karena anak dari HC reynold memilih untuk anonimus.

hingga sulit melacak nama HC Reynold di arsip nasional amerika, Inggris ataupun Australia.

dan seperti teori lainnya, teori ini berakhir dengan  jalan buntu “the End”

tapi seperti kisah misteri tak terpecahkan lainnya; Misteri Lelaki Somerton akan mengundang banyak orang untuk mengungkap kebenaran.

jadi menurut anda siapakan Pria Somerton yang sebenarnya ???

sumber :

https://theunredacted.com/mystery-of-somerton-man-the-taman-shud-case/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *