Manusia Jawa Kuno (Pithecanthropus erectus)

Pada abad 18-an, Eugene dubois paleoanthropolog dan geologist dari Belanda mantan murid dari Ernest Haekelpergi ke asia tenggara berharap untuk menemukan rantai yang hilang dari lingkaran evolusi manusia modern.

Setelah pencarian tanpa hasil di Sumatera dia pindah ke Jawa pada tahun 1890. dibantu dengan dua tentara berpangkat sersan dan buruh (kebanyakan penjahat orang pribumi) dia melakukan sebuah projek di sungai bengawan solo pada Agustus 1891.

sebuah tempurung ditemukan pada bulan oktober dan sebuah tulang paha ditemukan kemudian dilubang yang sama.

dengan bentuk cranium sebagai bukti untuk otak yang kecil dan bentuk tulang paha yang mirip dengan tulang paha manusia modern.

Dubois yakin jika dia telah menemukan sebuah mahluk yang berada ditengah transisi kera menjadi manusia modern.

Dubois menamakannya sebagai Manusia Jawa Kuno (Pithecanthropus erectus).

Ralph von Koenigswald

pada tahun 1934 Ralph Von Koenigswald melakukan penggalian di Sanggiran, Solo.

saat itu dia menemukan beberapa tulang dari Manusia Jawa Kuno (Pithecanthropus erectus).dan rahang bawah dari Megantropus

Kontroversi

Pada saat di Jawa, Dubois dikenal sebagai paleontologist dan ahli geologi tapi sebenarnya dia bukanlah seorang ahli geologi melainkan seorang ahli anatomi dan dokter.

bahkan dalam penggalian tak ada seorangpun orang yang mengerti atau pun memiliki kualifikasi dalam ilmu geologi ataupun paleontropologi.tak ada satupun surat atau catatan yang menulis Dubois pernah mendapatkan pelatihan di kedua bidang tersebut.

akibatnya dia tak memiliki keahlian dalam menentukan tanggal ataupun lokasi deposit kerangka tersebut. selanjutnya menurut Von Koenigswald penemu fosil Manusia Jawa Kuno (Pithecanthropus erectus) lainnya,

Dubois dikatakan salah dalamĀ  mengidentifikasi, karena pada saat dia menemukan hewan purba di jaman Pleistosen tapi langsung mengubah tanggal ditemukannya setelah menemukan fossil manusia purba ke Tersier untuk mendukung klaim bahwa spesimen miliknya adalah primitif.

Ciri – Ciri Fisik

Manusia Jawa Kuno (Pithecanthropus erectus) ditandai dengan kapasitas tengkorak rata – rata 900 cm kubik (lebih kecil dari species homo sapienĀ  seterusnya)

tulang pipi yang datar dan jidat yang kecil, tulang ubun – ubun yang besar menopang tulang rahang yang kuat, tulang tengkorak yang tebal tulang alis berat dan rahang tanpa dagu.

dengan gigi yang mirip manusia walaupun memiliki fitur seperti kera yaitu gigi besar dan taring yang tumpang tindih.

tulang paha menunjukan jika manusia jawa berjalan dengan tegak dan memiliki tinggi sekitar 170 cm.

Pada tahun 1936 sebuah tulang bayi di temukan di mojokerto dengan nama mojokerto baby memiliki tengkorak dengan tulang alis besar dan dahi mundur.

Sumber :

https://www.britannica.com/topic/Java-man

http://creationwiki.org/Java_Man

http://www.historyofinformation.com/expanded.php?id=4058

 

 

 

 

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *