Fenomena Maniak Dansa

Pada July 1518 di kota StrausBough (dulunya bagian dari Holy Roman Empire) dilanda fenomena aneh, saat para penduduk kota dikota itu seperti terserang sebuah fenomena langka, Fenomena Maniak Dansa. Para penduduk kota yang saat itu kebanyakan petani, tak bisa menahan perasaan dalam diri mereka untuk menari.

Darimana Awal Fenomena Maniak Dansa ini bermula ?

Histeria aneh ini bermula kala seorang wanita bernama Frau Trouffea keluar dari rumahnya menuju jalanan sepi di Strousbrough, Perancis.

Dia mulai menari tanpa henti selama 6 hari dan di hari terakhir dia menari, 34 orang mengikutinya. dan dalam waktu sebulan kumpulan para penari itu makin bertambah dan bertambah setiap harinya hingga mencapai kurang lebih 400 orang.

Pemerintah setempat menyarankan agar “lebih banyak menari” pada penari – penari naas agar tarian mereka berhenti itu tapi sampai akhir bulan, ke 400 orang yang ikut menari itu meninggal dikarenakan serangan jantung, Strokes dan kelelahan luarbiasa.

Dan jika yang tadi terdengar aneh buatmu, masih ada yang lebih aneh lagi. Ibu Troffea, wanita yang menari pertama kalinya. telah meninggal saat hari ketiga dia menari karena dehidrasi.

tapi tubuhnya tetap tak berhenti menari selama enam hari. dan menurut teori aktivitas itu tak mungkin terjadi, bahkan kepada atlit marathon yang masih hidup.

Fenomena Maniak Dansa
( Foto : National communication Association)

Teori Pertama tentang Fenomena Maniak Dansa

Teori pertama hadir dari pernyataan dokter lokal saat itu, dokter itu menyalahkan kejadian Fenomena Maniak Dansa ini pada kondisi “darah panas”. dia menyatakan jika para penari naas itu menari untuk menghilangkan demam karena kondisi Darah panas tersebut.

karena itu pemerintah mendirikan panggung, mengundang penari profesional, dan bahkan menyewa marching band. tapi sayang, para penari profesional itu malah ikut tumbang, karena serangan jantung dan stroke.

dan pada akhir bulan september para penari  profesinal itu berhenti dan kabur ke gereja untuk meminta pengampunan.

Teori Kedua Tentang Fenomena Maniak Dansa

Seorang Ahli sejarah, John Walker.¬† memiliki Teori sendiri tentang kejadian aneh ini. dalam bukunya, “Time to Dance, A Time to Die.: The Extraordinary of Dancing Plague of 1518.” Waller meneliti secara khusus fenomena ini.

Dosen di Michigan State University, Waller mengatakan catatan sejarah jelas mencatat tentang kejadian ini, mulai dari catatan dokter, catatan khotbah di katedral, dan catatan sejarah lokal dan regional. bahkan catatan yang dikeluarkan oleh dewan kota Strousbroug saat kejadian berlangsung.

“Orang – orang ini bukan hanya bergetar, bergoyang atau menari tak karuan; mereka seperti kesurupan, tangan dan kaki mereka sepertinya bergerak dengan tujuan untuk menari.” kata Waller.

Alasan paling mungkin dari kejadian ini? Stress yang mengakibatkan Gangguan Mental. setelah menderita karena wabah daerah ini berada dalam krisis.

Banyak yang mati kelaparan, dan area sekitar dipenuhi penyakit seperti cacar air dan sypilis. Waller percaya jika stress yang terjadi sangat tak tertahankan hingga banyak orang menderita gangguan jiwa.

Apalagi saat itu banyak orang yang masih percaya pada mitos, dan salah satu mitos paling terkenal adalah mitos tentang kutukan Santa Vitus yang akan mengirimkan wabah penyakit menari.

Teori terakhir tentang Fenomena Maniak Dansa

Fenomena Maniak Dansa
Jamur Ergot (foto : Argobusiness234)

Saat banyak para teoris yang berteori jika kejadian naas dan aneh ini terjadi karena keracunan makan oleh senyawa berbahaya dan bersifat kejiwaan dari jamur Ergot. Yang sering tumbuh di perkebunan gandum.

Ergotamine  adalah jat yang terkandung dalam Jamur Ergot yang strukturnya hampir sama dengar Narkoba berbahaya Lysergic Acid Diethylamide (LCD).

Jamur ini juga menjadi faktor utama dibeberapa kejadian bersejarah termasuk Salem Witch Trails, ketika warga colonial di Massacushetts menuding wanita tak bersalah sebagai penyihir.

Itulah Fenomena Maniak Dansa di eropa pada 1518 moga – moga dapat menambah pengetahuan anda.

 

 

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *