Film Klasik Disney

Setelah kemarin saya bercerita tentang Grimm Bersaudara sebagai pengarang* (pengumpul cerita) beberapa kisah klasik Disney, kali ini saya akan menceritakan tentang beberapa kisah asli (source material) dari Film Disney lainnya yang tidak ditulis oleh Grimm bersaudara, tapi memiliki kisah yang tak kalah mengerikan. tapi sebelum itu lihat cerita sebelumnya disini

1. the Fox and The Hound (1981)

Film Disney ini bercerita tentang persahabatan Copper si anjing dan Tod si rubah. mereka tumbuh bersama, menjalani persahabatan yang aneh yang berjuang melewati banyak rintangan. Perbedaan  insting dan hewan – hewan disekitar memaksa dua sahabat ini menjadi musuh. tapi mereka berhasil melewati itu semua, dan hidup bahagia selamanya (sebagai kawan).

           Bisa saya jamin ini adalah salah satu film disney yang bisa membuat mata kita meleleh oleh air mata melihat persahabatan mereka. itu Cerita versi Disney. tapi jika anda membaca buku karangan Daniel P Mannix, dengan judul yang sama. anda bukan hanya akan sedih melihat persahabatan mereka tapi juga akan sedikit………..Despresi.

              Dalam Cerita aslinya Tod membunuh anjing favorit dari seorang pemburu. hingga pemburu itu melatih Copper untuk memburu Tod bagaimanapun caranya. tapi dalam setiap pemburuan Tod selalu lolos walaupun seluruh keluarga Tod( termasuk anak – anak rubah yang masih bayi mati), Tapi pemburu tak berhenti memaksa Copper memburu Tod hingga Tod mati kelelahan.

               Kisah sedihnya tak berhenti disitu, setelah berapa lama pemilik Cooper yang sudah tua dan tukang mabuk dipaksa keluar dari rumahnya dan tinggal di penampungan. pada saat itu pemilik dari Cooper mengambil sebuah senapan dan menembak Anjing kesanyangannya itu dengan mata tertutup.

2. The Hunchback of Notre Dame (1996)

               Walaupun Quasimodo tak hidup selamanya bersama Esmeralda. tapi di akhir film Disney ini setelah dia mengalahkanFrollo yang jahat. dia akhirnya bisa menerima kenyataan jika Esmeralda tak menyukainya ( karena memilih pria tampan tentu saja). dia berani keluar dari Cathedral dan berani bersosialisi dengan orang lain dan banyak orang menerima dirinya.

             Tapi bagaimana Ending yang sebenarnya bisa dikatakan tak seindah itu.

             Di buku dengan judul yang sama, yang ditulis oleh Victor Hugo.(bagi yang pernah nonton dan baca Les Miserable pasti tahu dia siapa). Frollo menggantung Esmeralda, membuat quasemodo balas dendam dan membunuh Frollo, meinggalkan Frollo yang bersedih disamping mayat Esmeralda sampai dia mati kelaparan.

3. Pinocchio

            Siapa yang enggak tahu dengan Pinokio, boneka kayu nakal buatan Gepeto yang jika  berbohong hidungnya akan menjadi panjang yang selalu ditemani oleh sahabatnya Jiminy crikket (yang pernah main Kingdom heart pasti tahu). dalam ending, Pinocchio berhasil menyelamatkan ayahnya dari Paus raksasa hingga Peri biru merubahnya menjadi manusia.

           lalu bagaimana cerita asli Pinocchio ? dicerita original yang ditulis pada abad kesembilan belas oleh Carlo Collidi, Pinocchio lebih nakal dari cerita disneynya…. jauh lebih nakal.

           Setelah Gepetto selesai memahatnya dan dia hidup dia langsung kabur dari sana hingga dia ditemukan oleh polisi setempat, Gepeto pun dipenjara karena dianggap melakukan pembiaran. Dia pun  kembali kerumah Geppeto.

Pada saat itulah dia tak “sengaja” membunuh Jiminy Crikket.

              lalu Geppeto yang baru keluar dari penjara menjual mantel miliknya agar Pinocchio dapat bersekolah, dan saat ayahnya mengira dia akan masuk sekolah, Pinocchio malah menghabiskan uang dari ayahnya itu untuk membeli tiket ke teater.

       Didalam teater dia dirubah menjadi seekor keledai dan  tenggelam. sampai ada segerombolan ikan yang “menyelamatkanya” dengan emakan semua daging dari tubuhnya hingga menyisahkan tubuh kayunya. dan saat Geppeto dilahap oleh Ikan Anjing yang mengerikan. dia mesti hidup disana selama dua tahun hingga Pinocchio datang menyelamatkanya.

4. Mulan

            Diangkat dari sebuah Ballada kuno dari daratan China, Mulan bisa dikatakan tokoh Disney paling progressif, dimana dia menghilangkan ciri – ciri putri Disney yang kebanyakan diselamatkan oleh pangeran (selanjutnya ada Frozen dan Brave). didalam film dia bersama dengan arwah nenek moyangnya Mushu. berpura pura menjadi laki – laki dan pergi berperang menggantikan ayahnya yang sudah tua.  ditemani Captain Li Shang, bersama – sama menyelamatkan China dari Invasi Bangsa Han.

Film Disney
Mulan dan Li Shang Film Disney

         Dalam cerita aslinya memang Mulan berhasil pulang dengan selamat dari perang, tapi di cerita tambahan dari “hua Mulan”  dia pulang pada keluarga yang broken home. dia  terpaksa menikah untuk dijadikan seorang selir. pilihan selanjutnya adalah menjadi seorang pelacur. dia pun memilih untuk bunuh diri.

5. The Little Mermaid

           Dalam versi Film Disney dari The Little Mermaid, Ariel hanya ingin menjadi manusia dan menikahi pangeran, jadi dia membuat janji dengan penyihir laut untuk mendapatkan kaki tapi kehilangan suaranya. Ursula, penyihir laut. mengkhianati dia dan mencoba untuk menculik pangeran Erik, tapi pada saat terakhir, Eric dan Ariel bertemu kembali, menikah, dan hidup bahagia selamanya.

         Indah bukan, tapi cerita versi Hans Christian Andersen tak seindah harapan.

         Setelah mendapatkan kaki oleh ramuan  sipenyihir laut, Little Mermaid berenang ke darat, lalu pingsan dan bangun dengan keadaan kaki nyeri yang membakar. Pangeran menemukannya, dan membawanya kembali ke istana. di mana dia menari untuknya pangeran dengan kaki nyeri yang membakar, tapi dia tetap tersenyum dan menahan rasa sakit untuk pangeran.

         Tentu saja, Little Mermaid segera menemukan bahwa Pangeran akan menikah dengan wanita lain, dan jika pangeran jadi menikah, Little mermaid akan larut ke dalam busa laut, karena putri duyung tidak memiliki jiwa. hanya kesempatannya untuk hidup adalah untuk meyakinkan pangeran untuk menikahinya ..tapi tak bisa karena dia bisu.

         Penyihir laut pun memberikan Little Mermaid kesempatan lain, dan mengatakan kepadanya bahwa untuk bertahan hidup sebagai manusia (karena dia tidak pernah bisa menjadi putri duyung lagi), dia harus membunuh pangeran dan menaungkan darahnya pada kakinya. Tentu saja dia tak melakukan  hal itu dan dia pun berubah menjadi busa dan hancur selamanya.

6. Pochahontas

        Berbeda dengan kisah Film Disney yang lain Pochahontas diangkat dari kisah nyata. Pocahontas, seorang putri  India suku asli Amerika yang memiliki kemauan keras, bertemu dan jatuh cinta dengan kolonialis Inggris, John Smith. ketika kapal miliknya “menemukan” daratan baru. saat hubungan memburuk diantara Kolonial dan Penduduk asli,Pocahontas menyelamatkan hidup John sebelum ayahnya  mengeksekusinya, dan cinta mereka membawa perdamaian ke dua kelompok. John Smith kembali ke Inggris, tanpa Pocahontas, tetapi keduanya masih mencintai satu sama lain walau hubungan mereka dipisahkan jarak.

       Tapi Reality is Stranger than Fiction. Karena dalam cerita sebenarnya yang tercatat dalam sejarah, Pochahontas masih berumur 10 sampai 12 saat kolonial datang. dan waktu itu John Smith berumur sekitar 30 tahun. mereka tak pernah memiliki hubungan yang romantis seperti difilm. bahkan banyak bukti yang mrujuk kalau John Smith saat itu memperkosa Pochahontas  dan menghamilinya.

       Dan  Saat John Smith pulang ke Inggris Pochahontas diculik dan dibawa bersamanya. dia dipaksa untuk menjadi seorang kristen (no sara), dipaksa juga untuk menikah kepada seorang lelaki inggris lain bernama John Rolfe, dan mempunyai anak. disuatu waktu dia pergi ke London hanya untuk dijadikan pajangan dengan tulisan, ” Civilazed” Native Amerika. tapi sebelum dia bisa pulang ke amerika dia meninggal dunia tanpa sebab yang jelas  saat dia berumur 20 tahun.

      Segitu saja film – film Disney yang menurut saya memiliki cerita original yang lebih seram dari cerita versi Disney. dan menurut saya Cerita Disney dibuat begitu bahagia agar anak – anak dapat merasakan kebahagian dan impian – impian yang indah yang dapat merangsang imajinasi mereka tanpa perlu menakut – nakuti.

 

 

 

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *