Makar

Apa itu Makar ???

       Tepat hari ini di monas ratusan ribu orang berkumpul di monas untuk melakukan aksi super damai sekaligus solat juma’at berjemaah untuk persatuan Indonesia(dan Ahok).yang juga diikuti oleh Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Wiranto.Tapi beberapa minggu sebelumnya Jendral Polisi Tito Karnavian mengungkapkan tentang rencana beberapa orang yang akan melakukan Perencanaan jahat atau “Makar” terhadap Presiden Jokowi (22/11).dan kemarin malam 10 orang ditangkap(termasuk satu orang musisi ternama, Aktivis, dan tokoh politik), dengan tuduhan Makar.

Tapi sebelum itu kita haru tahu dulu apa itu Makar, tujuan dan apa saja contoh dari makar. mari kita cari tahu sama – sama.

Definisi Makar

          Kata makar sendiri di sandur dari bahasa Arab yang berbunyi Almakr (المكر) (1) yang dalam bahasa inggris berarti Deceiver, (Tipu muslihat).

          Jika kita melihat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). makar (2) mempunyai beberapa arti. 1. akal busuk; tipu muslihat; 2 perbuatan (usaha) menyerah atau membunuh orang; 3  Usaha untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

           Didalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)Makar disebut sebagai kejahatan terhadap keamanan negara. semua itu tercantum dalam pasal 87,88, 104, 106, 107 dan 108, dengan ancaman hukuman seumur hidup dan ancaman hukuman mati.

Pasal 87

Dikatakan ada makar untuk melakukan suatu perbuatan, apabila niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, seperti dimaksud dalam pasal 53.

Pasal 88

Dikatakan ada permufakatan jahat, apabila dua orang atau lebih telah sepakat akan melakukan kejahatan.

Pasal 88 bis

Dengan penggulingan pemerintahan dimaksud meniadakan atau mengubah secara tidak sah bentuk pemerintahan menurut Undang-Undang Das

Pasal 104

Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Pasal 106

Makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian dari wilayah negara, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

                                                          Pasal 107

(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

                                                          Pasal 108

(1) Barang siapa bersalah karena pemberontakan, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun:
1. orang yang melawan pemerintah Indonesia dengan senjata;
2. orang yang dengan maksud melawan Pemerintah Indonesia menyerbu bersama-sama atau menggabungkan diri pada gerombolan yang melawan Pemerintah dengan senjata.

(2) Para pemimpin dan para pengatur pemberontakan diancam dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

        Jadi bisa kita simpulkan bahwa makar adalah sebuah akal busuk atau tipu muslihat yang digunakan untuk menyerang atau menggulingkan Pemerintahan yang sah melalui suatu serangan (kudeta) atau pun melalui Ideologi – ideologi menyesatkan.

Contoh kasus makar di Indonesia

Ini adalah beberapa contoh kasus Makar di Indonesia diantaranya :

  1.  Serangan Pilot Daniel Maukar.

       Serangan Ke Istana Negera Oleh Pilot Daniel Maukar, Untungnya Presiden kita saat itu Bung Karno, selamat dari upaya penyerangan.

daniel-maukar

        2. Gerakan 30s/PKI

PKI

     Peristiwa paling berdarah dalam sejarah negara Republik Indonesia ini, bermula ketika diculiknya ke tujuh perwira tinggi Indonesia pada malam hari 30 September sampai 1 October 1965. ketujuh perwira tinggi itu dibunuh dalam usaha kudeta yang didalangi oleh PKI.

3. Gerakan Aceh Merdeka (GAM)

perjanjian damai Gam dan Pemerintah di helsinki Makar

     Gerakan ini didirikan pada tanggal 4 desember 1976 oleh Hasan Di Tiro bertujuan untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia (3). pada saat rezim Orde Baru berkuasa Aceh sempat dimasukan kedalam Zona operasi Militer hingga banyak aktivis gerakan tersebut yang harus bersembunyi dalam pengasingan.

    Setelah Orde baru Lengser dan kita memasuki Reformasi Organisasi ini kembali menggeliat, hingga setelah pada tahun 2005 setelah pertemuan di Helsinki, Gam dan Pemerintah melakukan perjanjian Perdamaian.

          itulah sekilas pembahasan kita tentang makar dan beebrapa kasus yang terjadi di Indonesia semoga kasus Bapak Basuki Cahya Purnama (Ahok) dan kejadian penangkapan yang terjadi memberi kita pelajaran dan mempersatukan bangsa Indonesia kerah yang lebih baik.

         Dan jika penjelasan saya kurang lengkap atau perlu penambahan harap isi di kolom komentar.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *